FF TAORIS//BAEKRIS “TEARS”

Tears

Kris Wu| Huang Zi Tao | Byun Baekhyun

Oneshoot|2344 words|Yaoi/BL|PG-Romance | Indonesian

Author note: maaf banget nih kalo misalkan judul gak sesuai sama cerita ini, soalnya aku lagi dengerin lagu SNSD – tears, makanya terlintas otak buat bikin ff spesial Kris birthday.

Oh iya, makasih nih buat Alf_Baekyoo yang udah mau ngebuatin poster buat ffku ini. makasih ya unn, posternya kece badai *poppo*

Hyominstal fanfiction>>>>

Bisakah kalian memaknai arti tangisan?

Benarkah harus mengeluarkan air mata?

Aku pernah merasakannya

Ketika aku menyadari kesalahanku karena telah mengecewakan keduanya.

Diluar hujan.

Disertai dengan petir yang memekakkan telinga.

Namun tak dihiraukan bagi Kris, dan tak ada orang yang memperingatkannya untuk berhenti menangis. Menangis hanya karena satu orang lelaki.

Tangan panjangnya lebih mempererat pelukannya pada bingkai foto yang sedari tadi menemaninya dan membuatnya menangis pilu seperti ini. mengingatkannya pada seseorang. Seseorang yang difoto itu tengah tersenyum bahagia di samping tubuhnya yang memegang boneka panda.

Manis sekali.

Dan semoga akan terulang kembali.

“Tao…” bisiknya pelan pada udara. Hanya hembusan angin sebagai penghantar jawaban. Angin yang bertiup dari jendela yang tidak ia tutup.

Drrtt…..drrrttt…

Mata elangnya melirik sekilas ponsel yang dia letakkan tadi di nakas sebelah ranjangnya. Dari tadi ponselnya tak mau diam, dan Kris malas menghitung berapa banyak panggilan yang masuk ke benda tipis segi empat itu. kali ini, ia menyerah. Tak perlu ia turun dari ranjang untuk mengambilnya, karena ponsel itu kini sudah ada di tangannya.

21 panggilan tidak terjawab dan 15 pesan masuk.

Semuanya dari satu orang yang sama.

Byun Baekhyun.

Dan untuk panggilan ke 22 ini, Kris lebih memilih mengabaikannya.

“hn~” kembali Kris memandang bingkai cokelat itu dan sekali lagi juga Kris mengeluarkan air matanya.

“aku mencintaimu dan aku juga menyayanginya…..”

Benar. Kris meliki perasaan pada kedua lelaki itu. hanya saja…. perasaannya pada Tao lebih dalam dari pada perasaannya pada  Baekhyun.

Kini dia menyandang statusnya sebagai kekasih Baekhyun….

Tapi, dia juga masih menjadi kekasih Tao yang kini tidak ada di sampingnya dalam waktu yang lama. Tao pergi ke Amerika untuk berobat. Lelaki bermata kelam itu sudah meninggalkan Beijing satu tahun yang lalu.

Bodohnya Kris karena tidak bisa mengantar Tao ke bandara karena pada saat itu ia sudah berada di Seoul.

Dan keadaan Tao yang terakhir Kris dengar…

Tao koma.

Bodohnya ia selama 6 bulan ini, tidak memikirkan Tao dan malah berpaling pada lain hati.

Apakah Baekhyun adalah pelariannya?

Ah tidak! Kata “pelarian” terlalu kejam untuk seseorang yang amat polos seperti Baekhyun. Hanya saja…. ada kemiripan diantara Baekhyun dan Tao.

Tatapan mereka.

Penuh dengan ketulusan.

Kris menutup matanya, bukan untuk tidur, hanya saja ia ingin mengeluarkan bongkahan air mata yang berkumpul di matanya, melepaskan mereka dengan luka yang mendalam.

“gege…”

Kembali mata elangnya terbuka lebar, dan segara melirik ke kiri dan ke kanan. Hanya perasaannya saja.

Tidak kali ini saja Kris mendengar suara itu. ketika Kris menutup mata, ia akan teringat pada Tao apalagi jika dia tertidur, tentu ia akan memimpikan panda kesayangannya.

“gege tidak sayang lagi padaku!”

“gege… belikan aku tas gucci lagi ya!”

“apa gege mencintaiku?”

“gege yakin akan ke Seoul? Huwaaa itu jauh sekali”

“gege tidak akan melupakanku kan ketika gege di sana?”

“sepertinya aku harus giat menabung agar menyusulmu kesana… eh tapi… bagaimana dengan sekolahku di sini? Hahaha aku bodoh ya?”

“gege jangan tertawa”

“bawa boneka panda ini ya!”

“karena jika gege berani berselingkuh, boneka ini akan membunuh gege…”

Kris menutup telinganya kuat. Semua kalimat yang diucapkan Tao selalu terngiang di kepalanya, membuatnya tersiksa.

“gege marah? Maafkan aku….”

Kris mengubah posisinya yang tadi berbaring kini duduk bersila di atas tempat tidurnya.

“ge… kau sakit?”

“CUKUP!!”

Ia berteriak dengan keras. “hiks…” dan menangis dengan isakan yang sedikit ditahan.

Ia tatap boneka panda yang dia letakkan di atas nakas. “bukan boneka ini yang membunuhku, tapi kau yang membunuhku Tao…” ia mengambil boneka itu dan memeluknya beserta bingkai foto tadi. “apa salahku hingga kau menyiksaku dengan rasa bersalah ini?”

Kris mengatur nafasnya yang sedikit berantakan, terlalu gelisah mungkin. Tangan panjangnya kembali mengambil ponsel di atas nakas dan mengetikkan beberapa digit nomor yang akan tertuju pada seseorang.

“ya! Kris, kenapa kau baru ……. sekarang?” Kris sedikit menjauhkan ponsel dari telinganya ketika sebuah suara nyaring mampir ke telinganya.

“aku tadi keluar sebentar”

“Kris, kau sakit? Kenapa suaramu serak?”

“tidak. Baekhyun…. besok sepulang sekolah, aku akan pergi ke kelasmu, aku ingin bicara dan… ini hanya berdua”

“ah baiklah, aku juga akan menceritakan tentang siswa baru yang baru tadi masuk sekolah, dia kocak sekali….”

Kris menutup matanya, untuk membiarkan Baekhyun terus berceloteh ria di dalam telepon.

“aku seperti menemukan sosok malaikat pada diri gege…”

Kris seketika membuka matanya, pikirannya tentang Tao tak hilang juga, meski Baekhyun tengah mengajaknya berbicara.

“ah Baekhyun-ah, kita bicarakan besok saja, selamat malam”

Klik

.

X

.

Tap… tap…. tap…

Kris berjalan seperti biasa ke kelasnya, kelas 12B. Pikirannya tentu saja kembali bergemuruh, memikirkan bagaimana ia harus menjelaskan pada Baekhyun jika dia ingin…

Berakhir dengan lelaki cantik itu?

Grebbb

Langkahnya terhenti ketika ia merasakan dua tangan putih yang mengunci pinggangnya dari belakang. Jari-jari tangan itu begitu lentik, membuat Kris tentu saja bisa menebak siapa orang yang tengah memeluknya kini.

“selamat pagi Kris..”

Kris tak membalasnya, ia hanya mengusap pelan kedua tangan Baekhyun yang kini berada di perutnya. Dia menutup matanya, dan berpikir mungkin ini akan menjadi pelukan terakhir mereka.

“gege… aku tidak percaya kau selingkuh dengan pandaku”

“aku hanya bercanda gege… aku tidak cemburu jika gege memeluk boneka pandaku, hihihi”

Namja tinggi itu menghela nafas panjang sebelum akhirnya ia membuka matanya, menghentikan ilusinya tentang suara Tao.

“Baekhyun… aku harus ke kelas. Ingat! Sepulang sekolah, kau tidak boleh kemana-mana” Kris melepas tangan Baekhyun dari pinggangnya. Baekhyun menatap Kris lesu dan mengerucutkan bibirnya lucu.

“baiklah… sampai jumpa Kris!!”

Cupp

Deg

Mata elang Kris membulat sempurna, ia menatap sosok mungil yang baru saja pergi darinya, dan melangkah dengan loncat-loncat kegirangan. Tangannya menyentuh bekas kecupan yang mendarat di pipinya.

Hanya satu yang ia rasakan….

Sakit…

Amat….

Bagaimana mungkin ia bisa membuat namja polos itu merasa sakit?

Bagaimana bisa ia membuat namja itu mengeluarkan air mata?

Terlalu bingung, hingga ia sendiri bingung harus melakukan apa.

.

X

.

“Baekhyun-ah”

Tubuh jangkung Kris menengok ke dalam ruangan kelas itu. hanya beberapa siswa yang masih di sana, tentu saja mereka tidak ingin berlama-lama di sekolah yang seperti neraka ini.

“ah… Kris!!” seru Baekhyun.

Baekhyun merapikan semua alat tulisnya dan memasukkan ke dalam ransel.  Ia tatap lelaki berambut karamel yang kini juga tengah menatapnya. “Chanyeol-ah, pembicaraannya kita lanjutkan besok saja. Ok?”

Lelaki yang dipanggil Chanyeol itu mengangguk-anggukkan kepalanya seperti anak kecil. “baiklah…”

Baekhyun tersenyum manis sekali sebelum akhirnya ia meninggalkan Chanyeol untuk menemui Kris. “kita akan kemana?”

“ikuti saja dan…. perhatikan”

Deg

Tubuh mungil itu merinding seketika mendengar suara Kris yang begitu…

..

Datar. Terlebih ekspresi yang ditunjukkan Kris sama pula dengan cara bicaranya. Sangat menakutkan.

.

X

.

“hanya untuk kemari?” Baekhyun menaikkan sebelah alisnya. Ia kira Kris akan mengajaknya makan siang atau apapun itu.

“let’s  break up”

Pelan. Terlalu pelan malah Kris mengucapkan. Hingga sedikit samar di telinga Baekhyun bak suara itu diterbangkan oleh semilir angin yang baru saja menyambut mereka.

Tapi  Baekhyun mendengar semuanya!

“hihihi…”

Kris menatap aneh makhluk kecil yang mungkin sebentar lagi tidak akan menjadi miliknya lagi.

Takjub? Ya!

Bagaimana mungkin Baekhyun terkikik seperti itu, sementara dia serius.

Atau, jangan-jangan…

“Tuan muda Kris… kau akan mengerjaiku dengan cara apa hem?” Baekhyun berdiri dan menghampiri Kris yang tengah menyandarkan tubuhnya pada sebuah pohon tinggi nan rindang di sampingnya.

“aku…” Kris menunduk dalam “serius..”

“bwahahahaha…. aduh.. perutku sakit… hahha.. Kris, aku yakin kau hanya bercanda”

Grebb

Baekhyun membelalakkan matanya kaget. Dengan posisinya yang seperti sekarang ini, membuatnya bisa lebih leluasa menatap mata Kris yang…

Penuh dengan keseriusan.

Demi apapun itu, ia baru kali ini melihat mata Kris yang seperti ini.

Kris menangkup kedua pipi Baekhyun dan menatap Baekhyun tajam. Entah. Kris tidak tahu kenapa dia bisa memberikan tatapan itu pada Baekhyun.

“malaikat seperti gege sangat menyeramkan ketika marah…”

Deg

“maaf Baekhyun… aku tidak bisa”

Tubuh Kris merosot begitu saja, masih menyandarkan tubuhnya pada bilah pohon. Ia menutup wajahnya sendiri. Entahlah, ia merasa malu menatap wajah Baekhyun yang penuh kepolosan.

Dia seperti melihat kesalahannya sendiri ketika melihat Baekhyun.

Baekhyun membungkukkan badannya, mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh Kris yang kini berjongkok.

“aku mohon, jangan katakan…”

Demi apapun, Kris merasakan sakit luar biasa di bagian dalamnya. Ia menenggelamkan kepalanya pada celah lututnya.

“bukan… bukan karena aku mengkhianatimu Baekhyun, tapi karena memang sejak awal dia sudah berada di sini” Kris mencengkram dada sebelah kirinya. Terlalu sakit baginya, hingga ia menangis. Hey! Sejak kapan Wu Yi Fan, pangeran di sekolahnya menjadi cengeng?

“siapa dia?….. apa dia terlalu berharga untukmu KRIS WU?”

“sangat… aku mohon Baek…”

Drrtt… drrtt…

Percakapannya terpotong oleh sebuah suara yang berasal dari saku seragam sekolah Kris. Ia berdiri dan melangkah menjauhi Baekhyun yang hanya bisa mematung di tempatnya memperhatikan gerakan Kris.

“hallo? Aku Wu Fan…. Tt… Tao? Dia sudah sadar? Benarkah? Ya Tuhan….”

Baekhyun termenung. Bisa, tentu ia bisa melihat kebahagiaan yang terpancar dari wajah Kris.

Begitu murni.

Hingga ia tak sanggup mengubahnya…

Menjadi luka.

Ia membalikkan badannya sebelum Kris selesai dengan percakapannya. Ia rasa mungkin sampai di sini ia bisa mempertahankan Kris.

“Baekhyun-ah…”

Baekhyun menghentikan langkahnya, dan menunduk pelan.

Ia tak ingin berbalik badan.

Karena ketika ia melakukannya, Kris akan mengetahui betapa lemahnya dia.

“jaga dia baik-baik ya Kris…” Baekhyun kembali terdiam, berusaha mati-matian agar suaranya terlihat wajar “ jangan pernah mengecewakannya”

Ia mengusap kasar air matanya sebelum akhirnya dia pergi, menjauhi Kris yang kini tengah mematung di sana dan tidak pernah terpikir untuk mengejar Baekhyun.

“maafkan aku…”

aku mencoba untuk menghapus kau sehingga air mata jatuh

 aku hanya bisa mencoba meninggalkan Anda

aku mencoba untuk pergi dengan mudah

(MBLAQ – CRY)

.

X

.

Pagi yang cerah.

Tentu ia tak akan hanya berdiam diri di rumah di akhir pekan ini.

Lari pagi cukup sehat.

Dan Kris memang melakukannya pagi itu.

“Hn~” ia menyeka keringat yang melewati tengkuknya dengan handuk kecil yang memang sudah mengalung di sana. Tak terasa ia kini sudah duduk di kursi panjang di tengah taman.

Tidak cukup luas, hanya saja… anak-anak sering menghabiskan waktunya di sini. Terlalu banyak hiburan mungkin.

Drugg

“eh?”

Kris beranjak dari kursinya dan menghampiri seorang anak yang terjatuh tepat di hadapannya. Ia sedikit menundukkan kepalanya, karena nyatanya, meski dia sama-sama berjongkok, tetap saja ia yang paling tinggi.

“kau tidak apa-apa anak manis?” Kris mengusap bahu anak manis itu. tidak menangis memang, tapi Kris bisa tahu anak kecil itu tengah menahan rasa sakitnya, terbukti dengan cara anak kecil itu menggigit bibir bawahnya.

“lain kali hati-hati, ok?” Kris mengacungkan jempolnya “jangan terlalu terburu-buru, kau memang mau kemana hem?”

Anak kecil itu tak menjawab. Tapi tangannya terulur untuk menunjuk segerombolan anak yang tengah bermain ria bersama…

Seseorang berkostum panda.

Ouhh, betapa Kris mengingat Tao ketika melihat panda itu. terlebih ketika ia melihat badut panda itu tengah melakukan bbuing-bbuing di hadapan anak-anak.

Lucu sekali.

Kepala Kris kembali menengok ke samping setelah sebelumnya ia mengikuti arah tunjuk anak tadi. “eh? Kemana dia?” ia keheranan sendiri. Namun kemudian ia tersenyum ketika melihat anak tadi berlari ke arah badut itu.

“aish..”

.

X

.

Krakk

Kris menghiraukan suara itu. mungkin saja ada orang lain yang duduk di sampingnya, hey! Taman ini tempat umum!

Ia kembali ke aktivitas semula, tertidur di kursi panjang itu dengan menyandarkan kepalanya ke sandaran kursi.

“gege…”

Kris masih dalam kegiatannya, karena ia yakin ia masih berhalusinasi tentang suara Tao.

“gege…”

“berhenti memanggilku Tao…” masih menutup mata rupanya. Pemalas.

“aish… bisakah gege membuka mata dan melihatku sekarang?”

Tidak bergeming, Kris masih tetap di posisinya.

Sreett

“AAHHH” pekiknya ketika ia merasa ada seseorang yang menarik poni rambutnya.

Kris mengucek-ngucek matanya, kesadarannya belum juga datang. “aish.. menyebalkan… siapa yang bera_”

“Annyeong”

Kris mengangkat sebelah alisnya. Panda tadi rupanya.

“ya! Kenapa kau berani padaku hah?” bentak Kris. Panda itu menunduk takut, karena memang ketika Kris marah, ia akan lebih menyeramkan.

“gege berani membentakku?”

“kkau…” Kris tidak melanjutkan perkataannya. Ahh itu bukan suara Tao. “kau dari China?”

“tentu saja aku orang China” orang berkostum panda itu membuka kepala panda yang berhasil menutupi wajah aslinya.

Ia sedikit menunduk dan mengacak-ngacak rambut hitamnya, hingga ia mengangkat kepalanya, Kris bisa melihat lelaki itu.

Tao..

Zi Tao..

Huang Zi Tao..

“Tt.. Ta-o? Hey?! Tao?”

Kris mengucek matanya. Ah sepertinya dia terlalu banyak berhalusinasi.

Tangannya yang gemetar menyentuh pipi Tao.

Nyata.

Saat aku memanggilmu, saat aku mencarimu
Datanglah kepadaku seperti angin,

Peluklah aku (Walaupun) secara rahasia

Sehingga aku dapat merasakan,

Bahwa kau dekat denganku

(SNSD – tears)

 

“gege tidak senang melihatku? Ayolah, beri aku___”

Grebbb

“maafkan aku Tao… Maafkan aku..”

Kris memeluk Tao erat. Seolah siapa pun tidak bisa mengambilnya dari dekapan itu, termasuk takdir.

“kenapa gege harus minta maaf? Gege tidak salah apa-apa…”

Tidak salah apa-apa? Yang benar saja.

Kris hampir saja menorehkan luka di hati Tao. Menyakitkan.

“aku bersalah Tao… aku Minta maaf..”

“yang harus minta maaf itu Tuhan karena menciptakan malaikat cengeng seperti gege…”

Malaikat?

Julukan teramat mulia untuk seseorang yang nyaris membuat Tao terluka.

“maafkan aku…”

Tao melepas pelukan Kris, sedikit paksa memang karena sepertinya Kris masih ingin memeluk baby panda nya.

“aish, gege jangan menangis lagi!”

Sreett

Tao memakaikan paksa topeng panda yang tadi ia pakai ke kepala Kris. “tidak ada malaikat yang menangis. Hanya anak panda yang cengeng”

Kris mempersempit jaraknya dengan Tao, hingga ketika jaraknya sudah 10 centi, Kris membuka kembali topeng panda itu dan mengecup lembut bibir Tao.

Lama.

Tidak ada lumatan dalam ciuman itu, murni ciuman itu karena kerinduan, bukan nafsu.

Kris tersenyum manis dalam ciuman itu. cintanya telah kembali.

Terlalu egois? Benar. Dia tidak memikirkan perasaan Baekhyun kini. Tapi ia yakin, Baekhyun akan mendapatkan orang yang lebih baik darinya.

Yang tidak akan mengecewakannya

Terlebih…

Mengkhianatinya.

Bagaimana bisa aku menyampaikannya padamu ?

Bahwa hatiku benar-benar mencintaimu

Cintaku (padamu) begitu besar

 

Seperti inilah- Disana…

Sesuatu yang akan ku ketahui adalah… Aku mencintaimu

(SNSD – tears)

 

Status: END

 

Jangan bunuh author!!!

Oh iya, itu yg soal oneshoot (padahal Cuma 2344 kata) author minta maaf, soalnya bingung juga nih ff jadinya apa? Karena kalo aku tulis ficlet, kepanjangan. Tulis oneshoot kependekan, jadi jangan salahin author yang kece badai ini *benarkah?*

 

Oh iya satu lagi, sequel yang author janjiin tentang ff Love Under The Rain *siapa halo yang masih inget?* ffnya lagi dalam proses, jadi tunggu. Ok?

 

 

 

 

 

 

Categories: AU, ChanBaek, Friendship, Romance, TaoRis, Twoshoot | Tags: , , , | 18 Comments

Post navigation

18 thoughts on “FF TAORIS//BAEKRIS “TEARS”

  1. Sebenernya keren min._.

  2. RoseBaek_EXO

    Nice
    Sebenernya aku lebih suka BaekKris😄
    Tapi FF lumayan kok^^

  3. penasaran dengan baekhyun thor,
    apa baekhyun dapat pengganti kris?
    taorisnya sweet.
    sempat nyesek waktu tao bilang kris gak salah apa-apa.

  4. yeay walaupun nyesek awalny..gara” kris selingkung*nendangkris *dwushutao… yeay KrisTao bersatu…gkgkgk….tenang aj baekki kan ad chanyeol ^_^

  5. Fitri MY

    Keren, tapi nyesek banget dengan nasib Baekhyun, huweeeee….. sedih banget…..

  6. 因黄

    Aku jadi sedih

  7. waaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa…
    kris tega amet sama tao..
    tao koma,malah nyari pelampiasan ke baekkie..
    kasian baekkie..

    annyeong,eka imnida..
    bangapseumnida..

  8. ansul

    aish mangkel tau aku baekris shipper

  9. Exotics_Taoris

    q bkal bunuh author klau ff ni g dibkin chapter😦
    lgi serius nih thor mlah END author menyebalkan😦 *JUST KID lo thor tpi klau g diturutin permintaan q bkal bnuh author bneran😀
    #FIGHTING ne thor😀

  10. Febyanti

    bagus thor~

  11. Keren min.. cuman ending nya bikin greget.. kris perlu di beri pelajaran min *plakk

  12. fishy_happy virus

    Bagus banget thor! Daebak!!
    Baekhyun akhirnya sama siapa? Sama Chanyeol kan??🙂

  13. Kris jahat dan tao terlalu baik dari pada ama kris mending baby panda sama aku aja *dibantingkris hHahaha
    Kereeeen tor satu kata deh buat ff ini DAEBAK.. Tolong perbanyak ff taoris pliiss aku mohon dengan kekuatan bulan *nahloh bukannya itu sailermon dari pada semakin gaje lebih baik saya kabur. Bye bye ^^

  14. Chy_EXO 365

    . Daebak Thor ! Aishh jinjja … Tp kasian juga Baekhyunnya
    . Maklumin aja yah coz bias aku Kris ama Baekhyun T_T

  15. aku belum baca ff di blog ini… ntar ya ku numpang baca…oh ya sist..pernah baca ff dgn judulnya Amaterasu ( Tthe Undying Flame) gak???

  16. kalo aku mah ChanBaek Shipper.. couple lain ku juga suka tapi lebih ke ChanBaek..hahahahaha

  17. Ampun, kris wlw udh selingkuh tp hati ny tetap menuntun ny ke tao. Kasian baekhyun.

  18. Kasihan Banget Baekie Oppa😥
    Daebak Banget Author Nim ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: